34 Provinsi, Siap Kuatkan Peran LPSE Di Belitung

TANJUNGPANDAN, DISKOMINFO – SEBANYAK 34 Provinsi dan 27 Kabupaten/Kota siap menguatkan peran Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Nasional sebagai pembina di Belitung, Provinsi Bangka Belitung, Selasa (22/8) mendatang.

Kepala Biro Unit Pelayanan Pengadaan (ULP) Provinsi Bangka Belitung. Elfiyena mengatakan, penguatan peran LPSE Nasional sebagai pembina akan di realisasikan dalam Rapat kerja nasional di Belitung. Rapat kerja nasional tersebut sebagai tindak lanjuti piagam Khatulistiwa pada tahun 2016 lalu di pontianak.

Rencananya Rakernas LPSE tahun ini, di utarakan Elfiyena akan di hadiri 200 LPSE, mulai dari Kementerian dan Provinsi, sedangkan untuk Kabupaten/Kota hanya LPSE yang sudah memenuhi 17 standarisasi LKPP.

“Peserta dari 34 Provinsi, 27 Kabupaten/Kota yang sudah memenuhi 17 standarisasi LKPP, 5 Kementerian dan Universitas Gajah Mada (UGM),” kata Elfiyena, Jumat (18/8).

“Kalau kita total seluruh peserta Rakernas LPSE di Belitung mencapai 200 orang,” ujarnya.

Tema dari Rakernas LPSE di Belitung tahun ini, sebut dia, ialah Satukan Langkah Laskar Pelangi, Pengadaan Elektronik dalam mewujudkan e-MarketPlace.

“Narasumber Rakernas LPSE di Belitung, ada dari KPK, Kepala LKPP dan Kementerian. Nanti hasil dari rakernas akan di rangkum dalam rekomendasi LPSE Laskar Pelangi,”ungkapnya.

Sementara, Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan memberikan apresiasi, Babel di tunjuk sebagai tuan rumah Rakernas LPSE.

“Saya selaku Gubernur, memberikan apresiasi atas kepercayaan LKPP menujuk Babel tuan rumah rakernas LPSE,” kata Erzaldi.

Erzaldi mengemukakan, semoga penyelenggaraan rakernas dapat meningkatkan profesionalisme ASN, dalam mengedepankan kebijakan-kebijakan barang dan jasa secara elektronik dengan baik dan benar.

“Kita harap rakernas LPSE ini memberikan dampak yang baik bagi ASN kita dalam menyelenggarakan pengadaan barang dan jasa secara elektronik. Bukan itu saja, saya juga berharap, rakernas ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua,” terangnya.

Untuk melaksanakan kebijakan ini, lanjut Erzaldi, pihaknya ke depan berharap dapat meningkatkan kualitas pelayanan pengadaan barang dan jasa. (OL-6)

Sumber: Media Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven − eight =